Selasa, 28 Agustus 2012

Alat Pernafasan Pada Hewan

Alat pernafasan hewan berbeda-beda bergantung pada jenis dan habitatnya (tempat hidupnya) alat pernafasan hewan, antara lain paru-paru, insang, kulit dan  trakea. Hewan yang bernapas dengan paru-paru, antara lain mamalia, burung, reptile, dan amfibi. Hewan yang bernafas dengan insang antara lain ikan. Hewan yang bernafas dengan kulit antara lain cacing. Hewan yang bernafas dengan trakea antara lain belalang.

Alat Pernafasan Mamalia








Hewan yang menyusui anaknya disebut mamalia. Mamalia ada yang hidup di darat dan ada yang hidup di air. Mamalia yang hidup di darat mempunyai alat pernafasan mirip dengan manusia, yaitu hidung, pangkal tenggorok, batang tenggorok, dan paru-paru. Mamalia yang hidup di air juga bernapas dengan paru-paru, tetapi pada hidungnya dilengkapi katup. Katup itu akan menutup pada saat menyelam dan akan terbuka pada saat muncul dipermukaan air. Pada saat muncul di permukaan, air mamalia yang hidup di air mengambil oksigen serta mengeluarkan karbondioksida dan uap air. Contoh mamalia yang hidup di air adalah paus, lumba-lumba dan duyung.

Alat Pernafasan Ikan 










Tempat hidup ikan di dalam air. Ikan bernapas dengan cara mengambil oksigen yang terlarut  dalam air menggunakan insang. Insang terdiri atas lengkung insang, lembaran insang, dan tutup insang. Lengkung insang berwarna putih, pada lengkung insang terdapat rigi-rigi insang yang berfungsi sebagai alat penyaring udara pernapasan. Lembaran insang berbentuk seperti sisik, insang yang terletak disebelah kiri dan kanan kepala dilindungi oleh tutup insang yang  berbentuk setengah lingkaran.
Ikan memiliki gelembung renang untuk mengatur gerak naik turun di dalam air. Selain itu, gelembung renang berguna untuk menyimpan oksigen.
Pada beberapa jenis ikan terdapat rongga insang yang mempunyai perluasan ke atas. Perluasan insang tersebut berbentuk lipatan-lipatan tidak  teratur yang disebut labirin. Labirin berguna untuk menyimpan udara sehingga ikan itu dapat hidup di air yang memiliki kandungan oksigen sedikit, misalnya pada lingkungan berlumpur. Beberapa jenis ikan  yang memiliki labirin, antara lain ikan gabus, ikan lele, ikan betok, dan ikan gurami.

Alat Pernafasan Burung 











Sebagian besar burung dapat terbang. Pada saat terbang, sayap burung digerakkan oleh otot-otot dada itu mengganggu proses pernafasan. Oleh karena itu, burung memiliki pundi-pundi udara merupakan kantong yang kenyal dan tipis.
Alat pernafasan burung terdiri atas hidung, batang tenggorok, paru-paru, dan pundi-pundi udara (kantong udara).  Pundi-pundi udara berguna untuk menyimpan udara yang digunakan pada saat terbang, dapat memperkeras suara saat berkicau, meringankan tubuh pada saat terbang, menyelubungi  alat-alat dalam tubuh untuk mencegah kedinginan, dan menjaga kestabilan suhu badan. Pada umumnya, pundi-pundi udara berjumlah  sembilan buah.

Alat Pernapasan Pada Reptil 








Hewan melata disebut juga reptile. Reptil bernapas dengan paru-paru. Alat pernapasan reptile sama dengan alat  pernapasan  mamalia. Proses pernapasan reptile terdiri atas peamsukan udara dan pengeluaran udara.
Pemasukan udara terjadi  pada waktu rongga dada dan rongga perut membesar. Setelah sampai di paru-paru, oksigen diikat darah kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Pengeluaran udara terjadi pada saat rongga dada dan rongga perut mengecil. Pengeluaran udara itu bersama-sama dengan  gas sisa pembarkana di dalam tubuh berupa gas  karbondioksida dan uap air.
Reptile  ada yang hidup di air dan ada yang hidup di darat. Reptile yang hidup di air memiliki lubang hidung yang dapat ditutup sewaktu menyelam. Dengan demikian, air tidak masuk ke dalam paru-paru. Ular, buaya, kadal, kura-kura, dan komodo merupakan contoh hewan reptile,

Alat Pernapasan Amfibi











Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di dua alam, yaitu hidup di darat dan di air. Contoh hewan amfibi adalah katak. Dalam pertumbuhannya, katak mengalami metamorfosis. Metamorfosis adalah perubahan bentuk dari telur, berudu (kecebong), sampai katak dewasa. Berudu hidup di air, sedangkan katak dewasa hidup di darat. Oleh karena itu, alat pernapasan berudu tidak sama dengan alat pernapasan katak dewasa. Berudu  bernapas dengan insang, sedangkan katak bernapas dengan paru-paru dan kulit.

Semua alat pernapasan katak memiliki permukaan tipis, basah, dan mengandung pembuluh darah kapiler. Kulit katak selalu basah. Melalui kulitnya yang basah, terjadi proses pemasukan oksigen dan pelepasan karbon dioksida serta uap air. Pada selaput rongga mulut, pembuluh darah kapiler membentuk tonjolkan ke permukaan yang menyebabkan aliran udara menjadi lamban sehingga pertukaran gas lebih efisien. Pernapasan melalui paru-paru merupakan pernapasan yang utama. Pernapasan paru-paru dimulai ketika katak mengisi rongga mulutnya dengan udara dan menutup lubang hidupnya sebelah dalam.  Akibatnya udara yang berada di rongga mulut terdorong masuk ke paru-paru.
Katak tidak memilki tulang-tulang rusuk dan diafragma. Oleh karena itu, pernapasan pada katak diatur oleh otot-otot rahang bawah dan otot-otot perut. Itulah yang menyebabkan katak sering menggerak-gerakkan rahan bawahnya.

Alat Pernapasan Serangga 











Alat pernapasan serangga terdiri atas spirakel (stigma) dari trakea (corong napas). Spirakel merupakan  lubang-lubang di sepanjang sisi tubuh serangga yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya udara ke dalam tubuh. Jadi, spirakel berfungsi sebagai lubang pernapasan. Adapun trakea merupakan pembulu-pembuluh udara yang bercabang-cabang memenuhi seluruh bagian tubuh serangga. Pembuluh yang paling halus disebut trakeol. Pada serangga, peredaran oksigen ke seluruh tubuh tidak dilakukan oleh darah. Akan tetapi, dilakukan oleh trakea dengan bantuan otot yang bergerak memompa secara aktif dengan teratur. Contoh hewan jenis serangga, antara lain nyamuk, belalang, kumbang dan kupu-kup.

Alat Pernapasan Cacing 










Cacing bernapas melalui permukaan kulit karena tidak mempunyai alat pernapasan khusus. Cacing menyukai tempat yang lembab. Dengan cara demikian, kulit cacing terjaga kelembabapannya sehingga  selalu basah dan berlendir. Kulit yang basah dan berlendir itu memudahkan penyerapan oksigen dari udara.
Melalui pembuluh darah di permukaan kulitnya yang tipis, oksigen diikat oleh darah. Darah cacing mampu mengikat oksigen karena mengandung hemoglonin. Oksigen yang diikat oleh hemoglobin itu selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh. Zat sisa pembakaran yang berupa karbon dioksida dan uap air dikeluarkan dari tubuh juga melalui permukaan kulit.
Selain menyukai tempat lembab, cacing juga menyukai tanah gembur yang memiliki banyak rongga udara. Rongga udara memungkinkan cacing memperoleh cukup oksigen untuk pernapasannya. Sebaliknya, cacing tidak dapat hidup di dalam air karena tidak mampu  mengambil oksigen yang terlarut di dalam air. Jika tanah tempat  hidupnya kering dan suhu udara panas, cacing akan menggali lubang lebih dalam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar